BENGKALIS – Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Rumpun Sakai Melayu Bersatu Riau (LSM-RSMBR), Afrizal, S.H, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna meminimalkan dampak buruk polusi udara terhadap tubuh.
Afrizal, S.H mengimbau warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama bagi anak-anak dan lansia. "Jika harus beraktivitas di luar, pastikan menggunakan masker yang standar seperti N95 atau setidaknya masker bedah untuk mengurangi paparan partikel mikro. Jangan lupa tingkatkan konsumsi air putih serta makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh," ujar Afrizal, S.H dalam keterangannya, Rabu pagi (26/8).
Selain membagikan tips kesehatan, Afrizal, S.H menyoroti pentingnya langkah preventif dari seluruh lapisan masyarakat agar tidak memperparah situasi karhutla. Ia menegaskan agar tidak ada lagi pihak yang membuka lahan dengan cara membakar.
"Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kami mengimbau warga dan pelaku usaha untuk stop membakar lahan. Tindakan ceroboh seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuat api unggun di area rawan juga harus dihentikan. Kerugian dari asap ini dirasakan oleh kita semua," tegasnya.
Di sisi lain, Afrizal, S.H memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas gabungan yang pantang menyerah menaklukkan kobaran api di lapangan.
"Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi rekan-rekan dari TNI, Polri, BPBD, serta Manggala Agni. Mereka adalah garda terdepan yang bekerja maksimal, mempertaruhkan keselamatan, dan menembus asap pekat demi memadamkan karhutla. Perjuangan mereka patut kita dukung penuh, minimal dengan cara kita tidak lagi memicu kebakaran baru," tutup Afrizal, S.H.





